10 ALASAN MA AL-ISHLAH MENJADI PILIHAN

  1. Madrasah Aliyah Swasta yang tertua di Wilayah Kabupaten Cirebon yang selama kurang lebih 30 tahun menerapkan sistem pendidikan yang memadukan secara berimbang Kurikulum Lokal Yayasan dan Kurikulum Nasional.
  2. Telah banyak melahirkan kader-kader pembangunan di berbagai bidang kehidupan yang berkiprah dalam kehidupan Formal, Ke-Pemerintahan, dan maupun Ke-Masyarakatan.
  3. Mengedepankan keseimbangan pendidikan yang menjunjung tinggi nilai-nilai luhur ajaran Islam.
  4. Para lulusannya dapat bersaing dengan lulusan sekolah-sekolah negeri dan swasta setingkat di lingkungan Departemen Pendidikan Nasional, lulusan madrasah-madrasah swasta dan negeri di lingkungan Departemen Agama untuk memasuki Perguruan Tinggi Negeri.
  5. Dibina oleh tenaga-tenaga pendidik yang 90 % profesional di bidangnya masing-masing.
  6. Suasana keagamaan yang lebih kondusi.
  7. Penyelenggaraan metode pendidikan agama yang terpadu.
  8. Intensifikasi program Bahasa Inggris dan Bahasa Arab.
  9. Diberikan beasiswa bagi siswa-siswi yang berprestasi dan kurang mampu
  10. Dapat tinggal di asrama dengan mengikuti berbagai kegiatan ke-pesantrenan

VISI MA:

Cerdas Intelaktual, Berakhlaku karimah, Terampil dan Kompetitif.

MISI MA :

  1. Menciptakan lingkungan madrasah sebagai miniatur kehidupan Islami;
  2. Melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang efektif dan efesien dengan memadukan kurikulum Depag dan Yayasan Islam Al-Ishlah;
  3. Menumbuhkembangkan semangat kompetitif siswa dalam kompetensi individual melalui kegiatan ekstra kurikuler

PROGRAM :

  • Kurikuler : Seluruh Kegiatan Proses Belajar Mengajar yang dilakukan untuk mencapai tujuan-tujuan bidang studi atau mata pelajaran tertentu, dan spesialisasi bidang kajian IPA dan IPS yang ditunjang dengan penerapan Kurikulum Berbasis Kompetensi.
  • Ekstra Kurikuler : Kegiatan di luar jam pelajaran dalam rangka membina dan mengembangkan potensi siswa sejak dini berupa kegiatan Olah Raga, Ke-Pramukaan, Pasukan Khusus (Pasus), Paskibra, Apresiasi Seni dan Budaya Islam,
  • Intensifikasi B. Inggris dan B. Arab.

SARANA DAN PRASARANA :

  1. Memiliki gedung sendiri yang permanen dan representatif
  2. Laboratorium IPA (Fisika, Kimia dan Biologi)
  3. Laboratorium Komputer
  4. Lab Bahasa
  5. Sarana Olah Raga (Bulu Tangkis, Bola Volly, Bola Basket, Tenis Meja dan dekat dengan Lapangan Sepak Bola)

TENAGA PENDIDIK DAN KEPENDIDIKAN

Tenaga Pengaja/Pendidik MA Al-Ishlah terdiri dari lulusan S1 dan S2 yang profesional di bidangnya masing-masing lulusan perguruan tinggi negeri dan swasta.

Drs. Abdul Rosyid, M.Pd
Drs. Mamat Makyudin
Agus Wahyu, S.Pd.I
Nasrudin, MA.
Drs. H. A. Djoharuddin,
A. Shodikin, S.Ag.
A. Rosyadi, S.Sos
Dede Muzaki, MH.
Rokhaemah, SAg
Sumitra, S.Pd.I
A.A. Khozin, MA.
Syaiful Imam, S.Si
Ujen Zaenal M. S.Pd.I
Usep Saepudin, Z. M.Pd.I
Witri Wihanati, S.Pd
Ade Suratno, S.Pd
Dra. Rodiah
Dra. Iis Hasbiyah
Drs. Didi Sumardi, M.Pd.I
Subagyo, S.Pd
Titi Atiyah D, S.Pd
Tukino, S.Pd
Mulyana S.Pd
Ermaya Mauludin
Ahmad Dudi, S.Sos
Nur Syahidin, S.T.M
Rokhaemah,  S. Ag.

Para Guru Dan Karyawan MA Al-Ishlah Juga selalu dibina oleh para pakar pendidikan dan Manajemen  dari Dewan Pembina Yayasan Islam Al-Ishlah Bobos  setiap 3 bulan sekali, diantaranya:

1. Prof. Dr. Khaerul Wahidin (Rektor UMC)

2. Prof. Dr. Adang Djumhur, MA (direktur Pasca  STAIN Cirebon)

3. Dr. Abdussalam, MA (Wakil Direktur Pascasarjana STAIN Cirebon)

4. Dr. Akhmad Kholiq MA, (Dosen Pascasarjana STAIN Cirebon)

5. Drs. H. A. Rifa’i, MA (Kepala Kandepag Majalengka/Ketua  Pembina)

6. Drs. Karna Sobahi, M.Pd (Wakil Bupati Majalengka).

7. KH. Asy’ary Jazuli (Sesepuh Pondok Pesantren Al-Ishlah)

8. KH.  Zaenal Arifin (Sesepuh Pondok Pesantren Al-Ishlah)

9. Ust. Hajam Masy’ali, MA (Ketua Yayasan Islam Al-Ishlah)

Presented by : Ujen Z.M

Dokumentasi Kegiatan Ekskul

Pakibra 01


Paskibra merupakan salah satu kegiatan eksul untuk meningkatkan kecintaan terhadap bangsa dan negara.

paskibra 2


Paskibra juga mendidik mental siswa-siswi MA Al-Ishlah agar siap untuk menjadi calon pemimpin bangsa.

Pramuka 1


Kegiatan Pramuka mendidik siswa-siswi MA Al-Ishlah untuk hidup mandiri.


Mereka didik oleh para pembina untuk menjadi manusia-manusia yang berani melakukan perubahan bagi bangsanya.

Pramuka 2


Untuk menambah pengelaman mereka dikirim mengikuti JAMNAS DAN RAIMUNA TK Nasional

For palestina1


Untuk kepedulian kepada bangsa palestina digelar istighosah dan do’a bersama serta penggalangan dana.

p1020096


Doa dan Istighosah bersama untuk Palestina

img0418a


PMR bekerjasama dengan PMI mengadakan Donor Darah.

teater 1


Anak sanggar teater MA Al-Ishlah Bobos sedang latihan gestur dan konsentrasi

teater 2


Mr. Ending and Duan Mawardi didampingi Mang Ujen Z.M sebagai guru Seni sedang memberikan pembekalan olah vokal di Bendungan Tonjong.teater 4


Sanggar Seni MA Al-Ishlah dipercaya sebagai pengawal kedatangan Bupati Cirebon Drs. H. Dedi Supardi, MM.  dan Ketua Karang Taruna Propinsi Jawa Barat pengisi acara Pembuka Peringatan HKSN 2008 di Halaman Asrama Haji Watu Belah Cirebon.

Serba-serbi dan

MA AL-ISHLAH SEBAGAI COMMUNITY BASED EDUCATION DAN TANTANGAN MASA DEPAN Oleh : Drs. Abdul Rosyid

re-exposure-of-phot0007

Pendidikan merupakan bagian esensial dari suatu struktur masyarakat yang membantu mereproduksi bentuk masyarakat yang dikehendaki oleh suatu bangsa. Pendidikan nasional bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berahlak mulia, sehat, berilmu, cakap, mandiri, kreatif dan menjadi warga negara yang demokratis.
Dalam Sistem Pendidikan Nasional, Madrasah disebut sebagai sekolah umum yang berciri khas Islam dimana sampai saat ini masih mencari bentuk idealnya diakibatkan kurangnya informasi yang menyuarakan Madrasah. Tidak mengherankan jika selama ini Madrasah cenderung menjadi semacam barang asing yang tak bisa akrab dan dekat dengan masyarakat. Jelas situasi ini menghambat upaya pengembangan dari Madrasah dan lembaga pendidikan Islam secara umum.

Perkembangan Madrasah pada umumnya kalah bersaing dengan sekolah sekolah umum yang berada di bawah naungan Dep Dik Nas hal ini bisa dipahami karna Dep Dik Nas terfokus hanya memikirkan untuk bagaimana mengupayakan kualitas sekolah-sekolah yang di bawah naungannya, tidak memikirkan hal yang lain. Sedangkan Madrasah yang berada dalam pengelolaan Departemen Agama hanya merupakan salah satu bagian yang harus ditangani dari berbagai urusan yang lain. Walaupun demikian, harus diakui bahwa Madrasah merupakan ujung tombak keberhasilan pendidikan Islam, dan Madrasah ini terutama merupakan bentuk partisipasi masyarakat yang luar biasa besarnya bagi Pendidikan Nasional. Karena, Madrasah tumbuh dan berkembang hasil dari masyarakat sekitarnya. Dengan kata lain, Madrasah dari awalnya merupakan Pendidikan Berbasis Masyarakat (Community Based Education) yang sekarang sedang dikembangkan oleh pemerintah. Namun kenyataannya, Madrasah tetap kurang diperhatikan oleh pemerintah, bahkan diperlakukan secara diskriminatif baik soal budgeting, pengadaan sarana dan prasarana, pengadaan sumber-sumber kepustakaan dan juga pengembangan Madrasah. Akibatnya, Madrasah hidup dan berkembang hampir-hampir dan hanya dari dukungan swadaya masyarakat.
Madrasah Aliyah Al Ishlah Bobos yang berlokasi di Desa Bobos Kecamatan Dukupuntang Kab. Cirebon kiprah, peran dan fungsinya dalam ikhtiar mencerdaskan kehidupan bangsa sudah berlangsung selama hamper 34 (tiga puluh empat) tahun telah ada dan akan terus mengupayakan kualitas pendidikannya sejalan dengan cita-cita luhur para pendirinya, yang disemangati oleh keinginan untuk terus berjuang menegakan kalimat Allah Swt. Melalui jalur pendidikan formal semakin memantapkan eksistensinya dalam menghadapi era globalisasi, dimana lembaga pendidikan semakin dituntut untuk lebih dapat mempersiapkan para peserta didiknya memiliki kompetensi dan performansi yang kompetitif di tingkat lokal, regional, nasional dan bahkan internasional.
Madrasah Aliyah Al Ishlah Bobos dalam meningkatkan kualitasnya menerapkan pola paradigma pendidikan dimana ada pergeseran paradigma dari kebijakan input- oriented yang memandang peningkatan mutu pendidikan dilakukan dengan semata-mata meningkatkan mutu masukan ke kebijakan outcame-based dimana melihat peningkatan mutu pendidikan harus dimulai dengan expected –outcome yang jelas dari suatu lembaga pendidikan. Hal ini sama dengan prinsip ekonomi mendapatkan untung yang sebanyak banyaknya dengan modal yang sekecil-kecilnya. Prinsip ini bisa dicapai jika sebuah proses produksi dimaskimalkan untuk mengolah row material yang murah menjadi out-put produksi yang berkualitas tinggi dan bisa dijual dengan harga mahal. Sama halnya jika penyebab rendahnya kualitas siswa dituduhkan ke kualitas in-put, maka berarti proses penyekolahan (schooling) yang terjadi tidak memberikan nilai tambah (value added) yang penting bagi perkembangan kecerdasan anak. Jadi, sebuah lembaga pendidikan yang baik tidak lagi mempersoalkan kualitas in-put yang diterima, tetapi memfokuskan diri pada penggunaan teknik dan metode yang efektif dalam proses kegiatan belajar dan mengajar. Kualitas in-put yang rendah hendaknya menjadi pemicu semangat untuk membuktikan bahwa sebuah lembaga pendidikan benar-benar bisa memberi value added bagi perkembangan siswa yang kebetulan tumbuh dilingkungan keluarga yang kurang beruntung. Sekolah (Madrasah) yang efektif menganut asumsi dasar bahwa prestasi siswa tidak hanya dipengaruhi oleh absolut siswa saja (seperti latar belakang sosial, kecerdasan dan motivasi), tetapi lebih jauh dari itu juga oleh faktor kelas, sekolah (Madrasah) dan kebijakan pendidikan.
John Vaizey, dalam sebuah artikelnya Education for tomorrow menolak asumsi bahwa setiap anak terlahir dengan tingkat kecerdasan yang berbeda (children are born intellectually sheep or goats). Sebaliknya ia dengan tegas memandang bahwa semua anak memiliki tingkat kemampuan intellectual yang sama. Adapun kemampuan lebih merupakan pencarian dari ketimbang anugrah. Seorang anak bisa menjadi lebih atau kurang berpengetahuan disamping karena lingkungan keluarga dimana dia pertama kali mengawali hidupnya, juga sangat tergantung pada proses sosial dan pendidikan yang ia alami. Disini, peran lembaga pendidikan memegang peranan penting dalam proses perkembangan akademik mereka.
Dengan paradigma di atas diharapkan Madrasah atau sekolah menjadi lembaga pendidikan yang beorientasi kepada outcome yang berkualitas. Perbaikan dan peningkatan mutu masukan (in-put) dan proses pendidikan harus merupakan upaya penjabaran untuk mencapai “expected outcome”. Standarisasi expected outcome dalam bentuk kompetensi menjadi titik awal untuk standarisasi masukan dan proses pendidikan. Standar itu akan memberikan arah yang jelas bagi pengelola pendidikan tentang target kompetensi yang harus dicapai disetiap lembaga pendidikan. Standar menjadi acuan seberapa baik hasil pendidikan yang diinginkan sesuai dengan hasil yang ada. Standar juga menjadi pendorong semua pihak untuk melakukan usaha secara terencana dan sistematis untuk mencapainya ( Standards are created because they improve the activity of life).
Menurut UU SISDIKNAS ada 8 (delapan) aspek standar Pendidikan yaitu : 1) Standar isi (kurikulum), 2) Standar Proses, 3) Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan, 4) Standar Pengelol, 5) Standar Penilaianm, 6) Standar Pembiayaan, 7) Standar Sarana dan Prasarana, 8) Standar Kompetensi lulusan.
Madrasah Aliyah Al Ishlah Bobos dengan disemangati oleh karakter para pendirinya yang menghendaki outcome yang berkualitas dengan slogan “dilepas ke air jadi buaya dilepas keutan jadi macan”, terus menerus berbenah meningkatkan berbagai kinerjanya baik yang dilakukan oleh Kepala Madrasah, Guru-guru, TU dan didukung oleh Yayasan Islam Al Ishlah dari mulai para Pembina, Pengawas, Kopontren dan terutama Pengurus Yayasan.
Salah satu strategi manajerial yang dikembangkan untuk menjamin sebuah organisasi (Madrasah) memiliki daya tahan dan daya hidup dari masa sekarang dan berkelajutan sampai masa yang akan datang yaitu dengan melakukan analisis SWOT. Analisis ini diterapkan dalam konteks kehidupan organisasi pendidikan dan mencakup unsur-unsur pokok kehidupan Madrasah berkenaan dengan empat hal yang berkaitan dengan inti analisis SWOT, yaitu; faktor-faktor kekuatan Madrasah (strengths), kelemahan Madrasah (weaknesses), peluang-peluang hidup dan kemajuan Madrasah (opportunities), dan tantangan-tantangan yang merintangi kemajuan Madrasah (threats).
Gambaran analisis SWOT di Madrasah Aliyah Al Ishlah Bobos sebagai berikut :
a) Faktor-faktor pendukung MA Al Ishlah Bobos
1. Lokasi Madrasah berada dilingkungan pesantren yang sangat mendukung pada pendidikan moral peserta didik.
2. Madrasah mudah dijangkau karena berada dijalan raya yang bisa dilalui dari semua arah.
3. Lingkungan masyarakat sekitar Madrasah yang sangat kooperatif untuk memajukan Madrasah.
4. Guru-guru hampir 90% sesuai dengan disiplin ilmunya dan sudah profesional dibidangnya masing-masing.
5. 70 % guru-guru berasal (alumni) Al Ishlah bobos.
6. Dukungan orang tua siswa terutama dalam membangun komitmen keagamaan pada siswa cukup kuat.
7. Tradisi keseharian di sekolah cukup mendukung pada perkembangan kemajuan siswa.
8. Nuansa lingkungan yang berada di bawah naungan gunung kuda dan gunung Ciremai mendukung pada suasana nyamannya melakukan pembelajaran.
b) Kelemahan-kelemahan Madrasah Aliyah Al Ishlah Bobos.
1. Terbatasnya anggaran untuk kepentingan biaya operasional.
2. Latar belakang orang tua siswa dari golongan ekonomi menengah ke bawah sehingga sulit sekali untuk bayar SPP tepat waktu.
3. Lokasi Madrasah yang terlalu dekat dengan jalan raya yang berdampak pada bisingnya bunyi kendaraan yang mengganggu kegiatan KBM.
4. Halaman yang terlalu sempit sehingga berdampak pada sulitnya untuk memaksimalkan sekolah yang berwawasan lingkungan.
5. Untuk siswa dari wilayah timur lokasi sekolah tanggung karena harus naik angkot beberapa kali.
6. Sarana dan prasarana masih kurang terutama buku-buku pendukung pembelajaran dan media pembelajaran yang lain.
c) Faktor Peluang kemajuan MA Al Ishlah.
1. Latar belakang peserta didik 60% berasal dari lingkungan pendidikan keagamaan.
2. Otonomi penyelenggaraan pendidikan dari Pemerintah yang memberikan kepercayaan penuh untuk mengelola lembaga-lembaga pendidikan.
3. Adanya minat dari sebagian peserta didik yang cukup kuat untuk mendalami ilmu pengetahuan.
4. Adanya kepercayaan dari orang tua siswa yang menganggap MA Al Ishlah merupakan pilihan utama.
5. Yayasan yang sangat mendukung pada kemajuan MA Al Ishlah.
6. Usaha koperasi yang merupakan lumbung biaya operasional memberi dukungan dalam bidang finansial.
7. Keharmonisan guru-guru dalam kebersamaan dan silaturahmi terjalin dengan baik.
8. Guru-guru yang selalu meningkatkan kualitasnya baik itu ikut seminar, workshop, pelatihan ataupun melanjutkan untuk kuliah lagi.
9. Tidak adanya kebekuan komunikasi antara sesama guru, staf TU bahkan siswa.
10. Siswa yang merasa kerasan (betah ) berada di sekolah.
11. Ruangan sekolah yang hampir semuanya sudah permanent.
12. Lab. Komputer yang lengkap dan baru.
13. Kesejahtraan guru yang sudah menyesuaikan dengan lingkungan.
14. Walaupun dengan gajih minim banyak guru yang peduli terhadap siswa yatim atau tak mampu dan menjadi orang tua asuh.
d) Faktor-faktor tantangan kemajuan MA Al Ishlah
1. Menjamurnya sekolah-sekolah menengah terutama SMA Negeri yang berdampak pada kuantitas siswa.
2. Masih banyak yang berkeberatan dengan liburnya hari jum’at.
3. Diantara masyarakat masih ada yang menganggap di Al Ishlah pelajarannya banyak dan berat-berat apalagi dengan banyaknya hapalan.
4. Pengaruh perkembangan tekhnologi dan informasi yang harus lebih extra keras dalam pembinaan kepribadian siswa.
5. Masih adanya guru yang menjalankan tugasnya seenaknya.
6. Masih adanya gangguan dari pihak luar terhadap Madrasah.
7. Pengaturan keuangan dalam rangka sentralisasi belum sempurna.
8. Latar belakang siswa yang berbagai macam ditinjau dari segi ekonomi, sosial dan budaya.
9. Hubungan antara sesama lembaga di Al Ishlah dan keluar juga belum terjalin dengan baik.
10. Pemberian honor dan transport kepada guru harus lebih bisa memotivasi kerja.

WAJAH BARU MA AL-ISHLAH

p10202401

Sejak tahun 2006 MA Al-Ishlah terus melakukan berbagai perubahan untuk memperbaiki diri dengan memperbaiki berbagai macam sarana dan prasarana penunjang proses pembelajaran.  Selain itu pula, berbagai macam kegiatan ekskul terus di kembangkan.

Hal ini bisa dilihat dari penampakan wajah kantor MA Al-Ishlah bobos, baik kantor kepala madrasah, kantor TU, kantor guru, gerbang madrasah yang dulu terlihat dari depan jalan nampak kumuh, layaknya rumah tempat tinggal atau kos-kosan dan orang tidak bisa melihat keadaan di dalam kampus MA Al-Ishlah.

p1020244

Kini telah nampak seperti layaknya kantor sekolah elit dan semua orang bisa menatap ke dalam tenpa terhalang oleh apapun.

Begitupun para siswa, ketika tidak ada guru atau ketika istirahat apa lagi pas hari minggu bisa melihat langsung padatnya kendaraan yang lalu lalang sekaligus bisa sekalian cuci mata.

p1020242

Hal ini bisa terwujud atas upaya berbagai pihak, baik dari pemerintah yang sejak 2006 sampai dengan 2008 telah mengucurkan dananya untuk merehab gedung MA Al-Ishlah 2 kali. Disamping itu pula peran serta pengurus Yayasan, Dewan guru dan karyawan MA Al-ishlah serta para alumni dan simpatisan terus mensuport kegiatan pembangunan di MA Al-Ishlah Bobos.

MA Al-ishlah kini telah memiliki mushola putri lengkap dengan WC dan tempat wudlu yang memadai.  Selain itu pula, MA Al-Ishlah Bobos, telah memiliki laboratorium Komputer yang memadai dengan 30 unit komputer pentium 4 seharga Rp. 100.000.0000,00 -. dengan sistem jaringan dan internet speedy Unlimited. jadi bisa mengakses apapun bebas dan puas.

sekarang siswa-siswi MA Al-Ishlah Bobos, bahkan guru-gurunya pun sudah bisa melek tekhnologi.  Setiap proses pembelajaran bisa menggunakan komputer dan bahan pelajaran bisa diambil dari internet.

Kegiatan ekskul selain Osis, Pramuka, PMR, Paskibra, Pasus, Out Bound, Kini telah lahir PKS (Patroli Keamanan Sekolah), dan Sanggar Seni.

Bagi Siswa yang ingin mengembangkan di bidang seni peran telah dibentuk sanggar teater dan diantara anggotanya sebagian telah ikut casting dan main film lho. Bagi yang suka seni musik bisa ikut kelompok musik dan membentuk group band sendiri. Bahkan, pada tahun 2008 salah satu group band kita lolos seleksi tingkat wilayah 3 cirebon untuk group pembuka T2 konser di rangga jati dikomandoi oleh shilahul azmi dan membuat album kompilasi.

siswa yang suka seni rupa dan lukis atau seni kriya (kerajinan) bisa juga menambah keterampilannya sebagai bekal nanti setelah lulus dari MA Al-Ishlah bobos.

Pada bulan Februari 2009 kali ini. MA Al-Ishlah juga akan dilengkapi dengan group Marching Band. Jadi bagi calon-calon siswa MA yang punya bakat di bidang Marching Bandnya sejak MTs atau SMP bisa dilanjutkan dan dikembangkan hobinya di sini.

Dengan perkembangan tersebut, dampaknya sudah mulai terasa. Lulusan MA Al-Ishlah yang mendapat bea siswa semakin banyak. Yang lolos masuk perguruan tinggi negeri semakin meningkat dari tahun ke tahun, serta siswa yang melanjutkan kuliah pun semakin banyak. tercatat 73 % lulusan angkatan tahun 2007-2008 malanjutkan kuliah diberbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta. Sisanya terserap ke dalam berbagai lapangan pekerjaan.

Al-Hamdulillah juga siswa dan siswi MA Al-Ishlah bekerja sama dengan pondok pesantren Al-Ishlah juga terpilih dalam seleksi  pembibitan kader siswa santri oleh Depag RI untuk di didik dan Bea siswa di bandung selama 3 bulan. MA Al-Ishlah dan pondok pesantren lolos menjadi peserta dari 60 pesantren di Indonesia untuk ikut kegiatan tersebut.

Dengan perkembangan tersebut, kami tidaklah lantas puas. justru kami terpacu untuk mengembangkan MA Al-Ishlah Bobos lebih maju lagi. Walaupun saat ini, disekitar kami telah bermunculan SMA/MA negeri dan swasta. Apalagi diera persaingan dunia global ini, kami harus siap menyiapkan para generasi muda yang multitalented yang mampu menjadi agent of change bagi diri dan masyarakatnya.

Do’a dan suport Anda semua kami tunggu !!!

Wassalam.