PUISI

LELAH

Karya : Cicih Lestari

LAMA SUDAH AKU MERANGKAK KAKU

TAK ADA KEBEBASAN YANG KAU BERI

HANYA ASAP HITAM MENGHAMPIRI GELAPNYA HATI

YANG SEDANG RINDU AKAN TERANGNYA JIWA

BELIUNG MEMBAWA AKU BERPUTAR-PUTAR

SEAKAN MEMBERI KEBEBASAN

HINGGA TERDAMPAR DI PADANG PASIR

KUKIRA KEBEBASAN ITU ADA

TAPI TETAP SAJA AKU MERANGKAK KAKU

MENTARI MENYINARI DIRIKU SEAKAN MENERANGI

GELAPNYA HATI DAN JIWA YANG RINDU

BERHARAP MENTARI KAN SEMANGATKAN AKU

IA HANYA MEMBERI PANAS, GERSANG DITEMANI PASIR

BERDURI

MENCOBA AKU BERDIRI TEGAK

TAPI MASIH SAJA MERANGKAK

KAKU

AA…….AKU LELAH

LELAH

LELAH DENGAN SEMUA YANG ADA

AKU TERPURUK LEMAH RESAH

GELISAH MENCARI KEBEBASANKU

AA…….DIMANA ENGKAU SIMPAN KEBEBASANKU

BERIKAN AKU SEDIKITNYA KRISTAL HARAPAN PASTI

AJARI

AJARI AKU BERDIRI TEGAK HINGGA BERJALAN

MELANGKAH HARAPAN SAMPAI BERLARI MENCARI

KEBEBASANKU

AJARI AKU ?

Profile :

Puncak bukit kaku gunung Ciremai, telaga herang sunyi tak menyurutkan semangatnya untuk berlari menggapai cita-cita di bersekolah MA Al-Ishlah Bobos. Walau terkadang harus berjalan kaki menelusuri bukit untuk sampai ke sekolahnya. Cicih Lestari seorang gadis kecil kelahiran Majalengka 13 Agustus 1992 ini kelas XI IPS ini tak pernah lelah mencari apa yang ia cari. Seabrek kegiatan ia ikuti mulai dari Pramuka, Osis, Paskibra hingga Teater.

Pengalaman tampil dihadapan pejabat bersama sanggar teter MA Al-Ishlah  Mulai dari Bupati, Anggota DPR, sampai ke Ketua Karang taruna Provinsi Jawa Barat, hingga Open Art Kampanye Damai oleh KPU telah ia lakoni.

Secercah harapan membuat ia tak pernah letih untuk menempa diri dan berkarya. Sejumput Puisi dan salah satunya telah Anda baca merupkan satu bukti ia mencoba hanyut dalam dunia seni sastra.

Mau Al-ishlah blogs menanti Cicih-Cicih kecil terlahir dan menunjukan karyanya di sini. Blogs ini merupakan media ekspresi bagi Anda yang hidup dan bergerak dan menjadi pemain dalam pertunjukan sandiwara dunia. Apakah hidup hanya untuk diam dan membisu seperti mayat-mayat yang terbelenggu kain kafan serta hanya menikmati ayunan dan terombang-ambing sang pembawa keranda…………….?

Iklan

1 Komentar (+add yours?)

  1. rizalihadi
    Mei 02, 2009 @ 02:49:44

    “kenthir”…. sip!!!
    salam kenal

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: